Eat

Kami cinta makanan Palembang

Akhir pekan kemarin si kk mengunjungi saya. Secara ya si kk tinggal dimana, saya tinggal dimana, jadi nggak bisa tiap hari ketemu. Tapi teuteup si kk, nggak mau dibilang kalo kami ini LDRan. Katanya cuma 2 jam dari tempat si kk ke tempat saya sih nggak usah dibilang LDR😀

Pas kemarin si kk datang, saya ajakin dia ke kedai pempek terkenal di Bekasi, namanya Pempek Gaby. Secara si kk kan orang Palembang dan saya orang Sunda abal-abal kelahiran Palembang yang lebih fasih bahasa Palembang ketimbang bahasa Sunda😀 Sampai di Gaby, langsung kalap pesan 2 porsi pindang patin+nasi putih. Setelah itu lanjut pesan pempek 9 biji untuk dimakan barengan, tekwan untuk saya, model dan es kacang merah untuk si kk. Sambil makan, sambil ngobrolin tempat-tempat jual pempek yang masih eksis maupun yang sudah tutup di Palembang sana. Saya kan terakhir ke Palembang tahun 2009 yang lalu sejak pindah tahun 1993 dari Palembang ke Cirebon. Sementara si kk hampir tiap tahun mudik ke Palembang.

Menurut saya, cuko di Pempek Gaby sudah nggak seenak dulu. Yang sekarang lebih encer. Apalagi dibandingin dengan cuko pempek di kedai-kedai pempek di Palembang sana. Tapi teuteup dibandingkan dengan kedai-kedai pempek lain yang pernah saya jajal di Cirebon, Bandung, dan Bekasi, Pempek Gaby masih mendingan🙂

Next time, saya mau ngajak si kk ke kedai martabak har, masih di sekitaran Bekasi juga sih🙂 Sebenarnya di Jakarta ada dua tempat yang jual martabak har, di daerah Hayam Wuruk dan di jalan Biak (daerah Roxy), tapi berhubung jauh, jadi rada malas buat bela-belain ke sana😀

IMG-20121215-00003

Pindang Patin

IMG-20121215-00004

Pempek campur

IMG-20121215-00005

Tekwan

IMG-20121215-00006

Model

IMG-20121215-00007

Es kacang merah

IMG-20121215-WA001

Sisa-sisa perjuangan😀

11 thoughts on “Kami cinta makanan Palembang

    • Sebenernya aku lebih suka pindang tulang (iga), kalo di Palembang terkenalnya pindang meranjat, tapi kemarin di Gaby cuma ada yg patin. Lumayan lah ngobatin kangen ke tanah kelahiran😀 Kapan2 boleh tuh aku nyicip yg di Serpong🙂

    • IMHO, pindang patin mirip sup ikan, tapi katanya harus pake ikan sungai,kalo di Palembang biasanya suka pake ikan gabus, patin, belida, baung. Rasa kuahnya asem, pedes, seger, manis😀 Biasanya dikasih tambahan daun kemangi, irisan nanas, dan tomat ijo. Maknyus deh…di Aceh mungkin ada masakan yang serupa.

    • Nyaaaam…..di Palembang tinggal dimana Om? Aku dulu di Sungai Gerong, di Komplek Pertamina…Insya Allah lebaran nanti ke Palembang, ke tempat mertua🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s