Eat / Family

Café Seafood Muslim : Alternatif tempat makan halal di Bali

Saya pertama kali ke Bali tahun 2008. Itu pun ramai-ramai bersama keluarga inti saya ditambah Wa Uci dan Akang, kakak sepupu saya. Saat itu karena traveling bersama keluarga, urusanan makan apa, makan dimana, saya hanya mengikuti keputusan mama, sebagai menteri keuangan di rumah. Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu dan dimana-mana tersebar rumah makan yang menjual masakan terbuat dari daging babi, menjadikan orang tua saya berhati-hati mencari makan. Bahkan pernah saking takutnya ketemu babi, dalam sehari kami tiga kali ketemu masakan Padang ^_^

Awal Oktober yang lalu ketika saya ke Bali, kekhawatiran susah mencari makanan halal di Bali sedikit berkurang karena saya sengaja membawa buku panduan tempat-tempat makan murah di Bali yang didalamnya memberi info mana tempat makan yang halal maupun non-halal. Selain itu ada dua kakak sepupu saya yang saat ini menetap di Bali bersama  suami/ istrinya yaitu Aa Ryan & Echi serta Kak Luli & Mas Tedy. Dari Aa Ryan pulalah saya mendapat rekomendasi tempat makan di Café Seafood Muslim ini.

Café Seafood Muslim berlokasi di Jalan Kediri 60 D, Tuban, Bali. Tadinya kami akan ngumpul sambil makan di daerah Sanur. Selain Sanur, pilihan berikutnya adalah Jimbaran dan Kedonganan, tapi tidak direkomendasikan oleh Aa Ryan. Akhirnya kami ngumpul di Café Seafood Muslim yang lokasinya tidak jauh dari tempat kos Aa Ryan & Echi dan memang mereka biasa makan di tempat ini. Selain seafood, di tempat yang model tempat makannya lesehan ini juga menyediakan Thai food, Chinese food, masakan Indonesia dan masakan Eropa.

Saya pecinta seafood. Namun sejak terkena GERD, pilihan menu seafood saya jadi terbatas. Jadi malam itu saya hanya memesan ikan bakar bumbu kecap dan brokoli cah bawang putih. Sementara adik dan sepupu-sepupu saya memesan sapotahu seafood, udang saus tiram, nasi goreng mawut, cumi saus pedas, hot plate kangkung dan udang bakar.

Ada yang unik di rumah makan ini dan katanya sih umum berlaku di setiap rumah makan di Bali. Kalau pengunjungnya adalah turis maka kita akan diberikan daftar menu dengan harga turis, namun jika pengunjung adalah warga Bali atau setidaknya pendatang yang sudah lama menetap di Bali, maka daftar menu yang diberikan adalah menu dengan harga yang lebih miring daripada harga turis. Saat itu kami berenam memang tidak datang bersamaan. Saya, Okke dan Kak Luli datang lebih dulu. Setelah duduk kami langsung diberi daftar menu. Sempat bingung juga melihat banyaknya menu yang disajikan dan harganya yang cukup mahal, walaupun tidak semahal si bebek bengis sih. Saat kami bertiga masih galau memilih menu, kemudian datang menyusul Aa Ryan, Echi dan Mas Tedy.

Saya langsung bilang, “A, kok mahal ya, katanya makan di sini murah”.

“Oh, ini mah daftar menu turis, gampanglah, pesan aja dulu, nanti pas bayar baru Aa yang ke kasir. Kantor Aa kan sering makan di sini”, kata Aa Ryan sambil bisik-bisik.

Kami pun senyum-senyum saja mendengar penjelasan Aa Ryan.

Tak perlu menunggu lama, akhirnya pesanan kami pun datang.

Brokoli Cah Bawang Putih

Udang Bakar

Cumi Saus Pedas

Kangkung Hot Plate

Udang Saus Tiram

Sapotahu Seafood

Ikan Bakar

(dari kiri ke kanan) Mas Tedy, Kak Luli, Okke (adik saya), saya, Echi, Aa Ryan

Dari segi rasa, saya puas makan di sini. Selain menyantap pesanan saya ikan bakar dan cah brokoli bawang putih, saya juga icip-icip udang bakar, sapotahu seafood dan udang saus tiram pesanan saudara-saudara saya hehe…Harga 322.000 rupiah yang harus kami bayar rasanya cukup wajar mengingat kami datang berenam. Itu pun ditambah dengan pesanan enam nasi putih, satu es jeruk, tiga jeruk panas, dua es kelapa muda, satu mineral water dan dua bungkus rempeyek. Namun itu harga setelah “digoyang” Aa Ryan saat di kasir ya hehehe…. Walaupun begitu, meski dengan harga turis pun, harga makanan di sini tidak semahal di Jimbaran maupun di Kedonganan.

Jadi, untuk yang mencari alternatif tempat makan halal di Bali, Cafe Seafood Muslim bisa menjadi pilihan.

4 thoughts on “Café Seafood Muslim : Alternatif tempat makan halal di Bali

    • Terima kasih sudah berkunjung🙂 Dari empat tempat makan yang di-review, hanya satu yang sudah pernah saya kunjungi yaitu Warung Makan Nikmat saat saya pertama kali ke Bali tahun 2008. Next time kalau ada kesempatan ke Bali lagi, mungkin saya akan mencoba tiga tempat lainnya itu🙂

    • Menurut saudara saya yang tinggal di Bali sih begitu hehe….Saya sudah mampir ke FB-nya. Bermanfaat banget buat traveler muslim yang berkunjung ke Bali supaya kalo cari makan nggak melulu ke Restoran Padang😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s