Eat / Healthy / Living

Mengenali Bahan Tambahan Makanan

Anda suka makan sosis sapi? Atau mungkin anak anda tidak mau makan kecuali dengan lauk sosis sapi yang warnanya merah merona itu? Apakah anda pernah memperhatikan warna merah pada sosis sapi tersebut? Apakah pernah terlintas di benak anda bahan baku yang digunakan untuk membuat sosis sapi? Atau anda suka menikmati minuman manis berwarna-warni yang dingin di kala dahaga memuncak di siang yang terik? Sebelum minuman tersebut membasahi tenggorokan anda, sempatkah anda memperhatikan komposisi minuman tersebut yang biasanya tercetak pada label kemasannya? Bagi penggemar bakso atau penikmat junk food yang tidak pernah lupa menuangkan saos ke dalam mangkok atau mencocolkan makanannya ke saos tomat maupun saos sambal, pernahkah terpikir apa saja kandungan yang terdapat di dalam saos-saos tersebut?

Di era sekarang, sangat banyak sekali makanan dan minuman olahan yang beredar di pasaran yang sangat disukai mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Untuk menarik perhatian konsumen agar mau membeli, dibuatlah minuman beraneka warna yang menarik. Agar makanan bisa didistribusikan ke daerah-daerah yang jauh dari lokasi pengolahannya maka dibuatlah sedemikian rupa agar makanan tersebut awet dan tahan lama.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI nomor 722/MENKES/PER/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan, pengertian bahan tambahan makanan adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komposisi khas makanan, rnempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan kedalam makanan untuk maksud teknologi (termasuk organoleptik) pada pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan atau pengangkutan makanan untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan (langsung atau tidak langsung) suatu komponen atau mempengaruhi sifat khas makanan tersebut.

Bahan tambahan makanan (BTM) yang diizinkan untuk digunakan pada makanan menurut Permenkes RI nomor 722/MENKES/PER/IX/1988 terdiri dari golongan antioksidan, antikempal, pengatur keasaman, pemanis buatan, pemutih dan pematang tepung, pengemulsi, pemantap, pengental, pengawet, pengeras, pewarna, penyedap rasa dan aroma, penguat rasa dan sekuestran.

1. Antioksidan adalah bahan tambahan makanan yang dapat mencegah atau menghambat oksidasi. Jenis-jenis BTM yang masuk kategori antioksidan antara lain asam askorbat, asam eritorbat, askorbil stearat, butil hidrokinon tersier, butil hidroksianisol (BHA), butil hidroksitoluen (BHT), dilauril tiodipropionat, timah II klorida, tokoferol campuran pekat dan alpha-tokoferol. Contoh aplikasi penggunaan asam askorbat atau dalam bahasa Inggrisnya disebut ascorbic acid, biasanya terdapat di dalam daging olahan/ daging awetan, ikan beku, buah kalengan, kaldu, makanan bayi kalengan dan potongan kentang goreng beku. BHA dan BHT bisa dilihat pada label kemasan jika kita membeli minyak , margarin atau mentega. Untuk makanan yang diizinkan mengandung lebih dari satu macam antioksidan, maka hasil bagi masing-masing bahan dengan batas maksimum penggunaannya jika dijumlahkan tidak boleh lebih dari satu.
2. Antikempal adalah tambahan makanan yang dapat mencegah mengempalnya makanan yang berupa serbuk. BTM yang termasuk antikempal antara lain kalsium silikat, magnesium karbonat, magnesium oksida, miristat, palmitat dan stearat, natrium alurnino silikat, silikon dioksida amorf, trikalsium fosfat dan trimagnesium fosfat. BTM antikempal bisa dijumpai pada produk-produk susu bubuk, krim bubuk, garam meja, merica bubuk dan kaldu bubuk.
3. Pengatur keasaman adalah bahan tambahan makanan yang dapat mengasamkan, menetralkan dan rnempertahankan derajat keasaman rnakanan. BTM yang termasuk pengatur keasaman adalah aluminium kaliurn sulfat, ammonium karbonat, amonium bikarbonat, asam fosfat, asam fumarat, asam klorida, asam laktat, asam sitrat, dikalium fosfat, dinatrium fosfat, kalium natrium tartrate, kalium sitrat, kalsium asetat, kalsium hidroksida, kalsium karbonat, kalsium laktat, kalsium oksida, kalsium sitrat, glukonodelta lakton, kalium bikarbonat, kalium hidroksida, kalium karbonat, kalium maIat, magnesium hidroksida, magnesium karbonat, monokalium sitrat, monokalsium fosfat, mononatrium sitrat, natrium asetat dan natrium bikarbonat. BTM pengatur keasaman ini biasa terdapat pada produk soda kue, bir, coklat, keju olahan, ikan kalengan, makanan bayi kalengan, kaldu, margarine, es krim, jelly, selai, minuman ringan, pasta tomat, sayur dan buah kalengan, tahu dan mentega.
4. Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan, yang tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi. BTM yang termasuk kategori pemanis buatan antara lain aspartam, sakarin, sorbitol dan siklamat. Pemanis buatan ini banyak dijumpai pada produk permen, saus, es krim, permen karet, minuman ringan, kismis, selai dan jelly.
5. Pemutih dan pematang tepung adalah bahan tambahan makanan yang dapat mempercepat proses pemutihan dan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan. BTM yang masuk kategori ini antara lain azodikarbonamida, aseton peroksida dan natrium stearil fumarat. Pemutih dan pematang tepug biasanya terdapat pada adonan kue, tepung dan tepung adonan wafel.
6. Pengemulsi, pemantap, dan pengental adalah bahan tambahan makanan yang dapat membantu terbentuknya atau memantapkan sistem dispersi yang homogen pada makanan. BTM yang termasuk kategori ini antara lain amonium alginat, amonium fosfatidat, asetil dipati gliserol, asetil dipati gliserol, dekstrin, pati gosong, dikalium fosfat, dinatrium difosfat, dinatrium fosfat, dioktil natrium sulfosuksinat, dipati fosfat, ester poligliserol asarn lemak, ester propilen glikol asam lemak, ester sukrosa asam Iemak, kalium pirofosfat, kalium tripolifosfat, kalsium alginat, kalsium karbonat, kalsium klorida, kalsium pirofosfat, kalsium sulfat, gelatin, gum guar, gum xantan, karagen, kalium klorida, kalium sitrat, kalium alginat, kalium bikarbonat, metil selulosa, mono dan digliserida diasetil, mono dan digliserida laktat, mono dan digliserida sitrat, mono dan digliserida tartrat, mono dan digliseride, monokalium sitrat, monokalsium fosfat, mononatrium fosfat, monopati fosfat, natrium alginat, natrium aluminium fosfat, sorbitan monopalmitat, sorbitan monostearat, sorbitan tristearat, trikalium Fosfat, trikalsium fosfat dan trinatrium fosfat. BTM kategori ini biasa digunakan pada produk es krim, yoghurt, keju, susu evaporasi, susu kental manis, ikan kalengan, makanan bayi kalenga dan kaldu.
7. Pengawet adalah bahan tambahan makanan yang mencegah atau mengharnbat fermentasi, pengasaman atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. BTM yang termasuk kategori pengawet antara lain asam benzoat, asam propionate, asam sorbet, belerang dioksida, kalium benzoat, kalium bisulfit, kalium metabisulfit, kalium nitrat, kalium nitrit, kalium propionat, kalium sorbat, kalium sulfit, kalsium benzoat, kalsium propionat, kalsium sorbat, natrium benzoat, natrium bisulfit, natrium metabisulfit, natrium nitrat, natrium nitrit, natrium propionat, natrium sulfit dan nisin. Pengawet umum dijumpai pada produk-produk kecap, minuman ringan, margarin, saus, roti, gula, vinegar, sirup, sosis, selai, keju dan kornet kalengan. Untuk makanan yang diizinkan mengandung lebih dari satu macam pengawet, maka hasil bagi masing-masing bahan dengan batas maksimum penggunaannya jika dijumlahkan tidak boleh lebih dari satu.
8. Pengeras adalah bahan tambahan makanan yang dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan. BTM yang masuk kategori pengeras antara lain aluminium amonium sulfat, aluminium kalium sulfat, aluminium natrium sulfat, aluminium sulfat, kalsium glukonat, kalsium karbonat, kalsium klorida, kalsium laktat, kalsium sitrat, kalsium sulfat dan monokalsium fosfat. BTM jenis ini biasanya terdapat pada produk acar timun dalam botol, kepiting dan sarden dalam kaleng, buah dan tomat kalengan, selai dan jelly.
9. Pewarna adalah bahan tambahan makanan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan. BTM kategori pewarna dibagi menjadi pewarna alami dan pewarna sintetik. Yang termasuk jenis pewarna alami antara lain anato, kantasantin, karamel, karmin, beta karoten, klorofil, kurkumin, riboflavin dan titanium dioksida. Biasanya jenis pewarna ini digunakan pada kembang gula, keju, es krim, mentega, margarin, minyak, selai, yoghurt, jamur kalengan dan udang beku. Sedangkan yang termasuk jenis pewarna sintetis antara lain biru berlian, coklat HT, eritrosin, hijau FCF, indigotin, karmoisin, kuning FCF, merah alura, ponceau 4R dan tartrazine. Jenis pewarna sintetis ini biasanya terdapat pada produk es krim, sayur kalengan, selai, minuman ringan, buah kalengan, yoghurt dan mie instant. Pada label kemasan, jika menggunakan pewarna makanan harus mencantumkan juga nomor indeks pewarna tersebut.
10. Penyedap rasa dan aroma, penguat rasa adalah bahan tambahan makanan yang dapat memberikan, menambah atau mempertegas rasa dan aroma. BTM yang termasuk kategori ini antara lain asam butirat, asam kaproat, asam sinamat, benzildehida, benzil asetat, benzil propionat, butil asetat, butil butirat, asam L-glutamat, asam inosinat dan asam guanilat.
11. Sekuestran adalah bahan tambahan makanan yang dapat mengikat ion logam yang ada dalam makanan. BTM yang termasuk kategori ini antara lain asam fosfat, dikalium fosfat, dinatrium difosfat, kalium pirofosfat, kalium tripolifosfat, kalsium sitrat, monokalium fosfat, monogliserida sitrat dan oksistearin. Sekuestran sering dijumpai pada produk-produk kepiting kalengan, minyak, daging olahan, kaldu, saus, potongan kentang goreng beku dan margarin.

Selain bahan tambahan makanan yang diperbolehkan, ada juga bahan tambahan makanan yang dilarang digunakan dalam makanan, antara lain asam borat dan senyawanya, asam salisilat dan garamnya, dietilpirokarbonat, dulsin, kalium klorat, kloramfenikol, minyak nabati yang dibrominasi, nitrofurazon, formalin dan kalium bromat.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 239/Menkes/Per/V/1985, ada beberapa zat pewarna yang dinyatakan sebagai bahan pewarna berbahaya antara lain auramine (C.I Basic Yellow 2), alkanet, butter yellow (C.I. Solvent Yellow 2), black 7984 (Food Vlack 2), burn unber (Pigment Brown 7), chrysoidine (C.I. Basic Orange 2), chrysoine S (C.I Food Yellow 8), citrus red No. 2, chocolate brown FB (Food Brown 2), fast red E (C. I Food Red 4), fast yellow AB (C. I Food Yellow 2), guinea green B (C. I Acid Green No. 3), indanthrene blue RS (C. I Food Blue 4), magenta ( C. I Basic Violet 14), metanil yellow (Ext. D&C Yellow No. 1), oil orange SS (C. I Solvent Orange 2), oil orange XO (C. I Solvent Orange 7), oil orange AB (C. I Solvent Yellow 5), oil yellow AB (C. I Solvent Yellow 6), orange G (C. I Food Orange 4), orange GGN (C. I Food Orange 2), orange RN (Food Orange 1), orchid and orcein, ponceau 3R (Acid Red 1), ponceau SX (C. I Food Red 1), ponceau 6R (C. I Food Red 8), rhodamin B (C. I Food Red 15), sudan I (C. I Solvent Yellow 14), scarlet GN (Food Red 2) dan violet 6 B.

Walaupun bahan tambahan makanan tersebut diperbolehkan untuk dikonsumsi (food grade) namun jika dosisnya melebihi batas maksimum penggunaan maka akan berefek negatif terhadap tubuh kita. Terlebih jika makanan atau minuman yang kita konsumsi mengandung zat-zat yang dilarang untuk digunakan pada produk pangan. Biasanya zat-zat yang dilarang untuk produk pangan bersifat karsinogenik alias bisa menjadi pencetus penyebab terjadinya kanker. Sudah sepatutnya kita lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman yang akan kita konsumsi. Biasakan untuk selalu membaca label pada kemasan sebelum kita membeli produk pangan, karena dari label kita bisa mengetahui banyak informasi mengenai produk tersebut mulai dari nama produk, komposisi bahan baku yang digunakan, masa kadaluarsa produk sampai nilai informasi gizi. Bukan tidak mungkin salah satu komposisi bahan baku mengandung bahan tambahan makanan yang tidak bisa kita konsumsi karena alasan penyakit atau karena reaksi alergi. Ada kalimat dari dosen saya zaman kuliah dulu yang masih saya ingat, beliau mengatakan, kita sebagai orang teknologi pangan, jangan sampai keracunan makanan😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s