Islam / Living / Thoughts

World Hijab Day

Walaupun sudah hampir 13 tahun saya berhijab, jujur saya baru mengetahui kalau tanggal 4 September diperingati sebagai World Hijab Day alias Hari Hijab Sedunia. Peringatan ini merupakan bentuk solidaritas atas pertama kali diberlakukannya peraturan larangan berjilbab di Prancis pada 4 September 2002.

Selain itu, World Hijab Day ini terinspirasi juga dari kejadian yang dialami seorang muslimh bernama Marwa Al-Sharbini. Muslimah berusia 31 tahun tesebut meninggal dunia akibat ditusuk oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia di ruang sidang gedung pengadilan kota Dresden, Jerman pada Rabu, 1 Juli 2009. Saat itu, Marwa akan memberikan kesaksian dalam kasus penghinaan yang dialaminya hanya karena ia mengenakan jilbab. Belum sempat memberikan kesaksiannya, pemuda Jerman itu menyerang Marwa dan menusuk ibu satu orang anak itu sebanyak 18 kali. Suami Marwa berusaha melindungi isterinya yang sedang hamil tiga bulan itu, tapi ia juga mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

World Hijab Day ini diperingati untuk memberitahukan kepada seluruh dunia bahwa berhijab itu kewajiban, bukan pilihan, karena masih banyak negara-negara yang melarang penggunaan hijab, terutama di negara-negara Barat.

Melihat banyak kasus Islamofobia di negara-negara Barat di mana Islam adalah minoritas membuat saya bersyukur hidup di Indonesia. Hidup di negeri dengan penduduk yang mayoritas muslim, saya tidak pernah mengalami kesulitan dan diskriminsi karena hijab yang  saya gunakan. Rasanya saya belum pernah mendengar ada kasus muslimah dibunuh karena Islamofobia di Indonesia. Kasus terkait hijab yang pernah saya dengar adalah masih ada beberapa perusahaan yang melarang penggunaan hijab bagi karyawati muslimahnya. Menurut saya hal tersebut melanggar hak asasi manusia. Berhijab itu nggak perlu izin manusia karena berhijab adalah perintah Sang Pencipta yang ayat dan haditsnya sudah jelas.

Beberapa alasan yang pernah saya dengar dari beberapa muslimah yang ketika ditanya mengapa masih enggan berhijab antara lain menunggu hidayah, mau menjilbabi hati dulu kemudian baru menjilbabi fisik. IMHO ya, hidayah itu dijemput bukan ditunggu. Selain itu rasanya, tidak ada ayat dan hadits yang menyerukan untuk menjilbabi hati, yang ada adalah perintah untuk menutup aurat.

Saya mulai berhijab sekitar tahun 2000. Awalnya gara-gara saya ikut bimbingan belajar untuk persiapan UMPTN dimana setiap pertemuan di kelas harus menggunakan pakaian tertutup termasuk jilbab. Akhirnya saya mantap untuk terus menggunakan hijab sampai saat ini. Dulu, ketika awal-awal saya berhijab, kekhawatiran justru datang dari lingkungan keluarga saya. Mereka khawatir saya akan sulit mendapatkan pekerjaan dan jodoh🙂

Alhamdulillah perusahaan tempat saya bekerja sekarang tidak melarang karyawatinya untuk berhijab. Kalau soal jodoh, biarlah hanya Allah Maha Tahu kapan waktu yang tepat untuk saya, yang penting saya sudah berikhtiar dan berdoa😉

Tulisan ini saya buat bukan berarti ilmu agama saya paling jago, bukan pula saya merasa sok suci. Dosa-dosa saya banyak kok, sebanyak buih di lautan. Lagian siapa sih manusia di muka bumi ini yang luput dari dosa. Saya hanya ingin berbagi. Berhijab itu kewajiban bukan pilihan. Jika ada yang takut kehilangan pekerjaan karena berhijab, takut dikucilkan karena berhijab, yakinlah Allah tidak akan menutup pintu rezeki dan tidak akan meninggalkan seseorang karena mematuhi perintah-Nya.

Referensi Sumber : di sini dan di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s