Eat / Healthy / Thoughts

Sesendok Gudeg dan Sepotong Ketan Goreng

Jumat malam pekan lalu, saya terpaksa melipir ke UGD sebuah rumah sakit dekat kosan. Saya terkena GERD attack! Gejala kepala keliyengan, badan serasa melayang saat berjalan, susah tidur sudah saya rasakan beberapa hari sebelumnya. Namun puncaknya saya rasakan pada Jumat malam itu. Saya merasakan ritme jantung saya berdetak di atas normal dan lagi-lagi kecemasan seperti mau “lewat” kembali menghantui.

Sejak Februari saya divonis dokter terkena GERD. Tulisan saya tentang GERD pernah saya posting di sini. Sudah lama saya tidak mengkonsumsi obat dokter yang berfungsi menurunkan kadar asam lambung. Waktu itu saya hanya minum obat dua bulan rutin setelah itu berhenti. Saya hanya mengkonsumsi propolis dan berusaha menjaga untuk tidak mengkonsumsi makanan yang termasuk pantangan.

Tapi ya namanya manusia, gampang banget tergoda😀 Apalagi tergoda makanan enak. Jumat pagi bos saya membawa tape uli, ketan goreng dan manisan kolang-kaling. Sementara itu ada teman kantor yang membawa otak-otak dari Banten. Padahal saya baru saja sarapan kwetiau siram setengah porsi😉 Saya tergoda untuk mencomot sepotong ketan goreng yang ukurannya paling kecil, beberapa buah otak-otak (dengan nekat mencocol sambal kacangnya yang ternyata pedas). Kalau manisan kolang-kaling dan tape saya nggak berani memakannya.

Siangnya, bos saya yang lain ada yang membawa paket lengkap gudeg dan kreceknya. Kebetulan menu catering pabrik hari itu kurang menarik. Maka saya pun mengambil sesendok gudeg. Niatnya sih hanya mencicip.

Apa daya, lepas Magrib saya muntah-muntah hingga tiga kali.  Setelah muntah dan menenangkan diri saya pun mencoba tidur. Namun setelah mencoba berbaring bukannya bisa langsung tidur malah yang ada saya merasa panik. Setelah menimbang-nimbang akhirnya saya pun memutuskan untuk ke UGD. Sayangnya tengah malam itu tidak ada ojek yang stand by. Terpaksa saya ke UGD PP jalan kaki😦 *Nasib anak kos jauh dari orang tua*

Jajan tak terduga di UGD malam itu menghabiskan 168.000 rupiah untuk biaya dokter plus obat berupa Omeprazole, Xanax, Vosedon, Sanmol dan Sanmag. Biaya yang cukup menguras dompet. Akhirnya saya bisa tidur setelah menenggak semua obat dari dokter kecuali Xanax dan Sanmol.

Fiuh…nggak lagi-lagi deh saya makan nangka dan ketan apapun bentuknya dan berapapun jumlahnya. Semoga GERD saya ini segera sembuh. Udah kangen makan mie instant rasa kari ayam yang ditambah telur, bakso, sayuran dan cabe rawit yang banyak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s