Healthy / Thoughts

Ketika Tuhan Menjawab Doa Hamba-Nya

Sabtu pagi, sebelum berangkat ke Jakarta, saya sempat me-RT sebuah tweet dari @RezaInspirator yang bunyinya : Diantara cara Tuhan utk mendekatkan hamba padaNya maka diberikanlah berbagai cobaan.

Saya merasa seperti tersentil dengan tweet tersebut mengingat apa yang saya alami pada Jumat malam kemarin, seperti yang sudah saya ceritakan di postingan saya sebelumnya. Ya, saya berusaha menghibur diri dengan mengganggap apa yang saya alami pada Jumat malam itu adalah cara Allah supaya saya lebih serius lagi untuk menjalankan kewajiban-kewajiban saya sebagai seorang muslimah.

Namun, sepertinya cobaan dari Allah tidak sampai di situ saja. Minggu pagi ketika saya akan menghadiri pertemuan di masjid kampus Unisma Bekasi Timur, saya mengalami kecelakaan motor. Motor ojek yang saya tumpangi jatuh di jalan raya. Penyebabnya adalah rok yang saya gunakan masuk ke dalam jari-jari roda motor bagian belakang. Akibatnya motor pun jatuh dengan sendirinya dan saya beserta tukang ojeknya pun ikut terjatuh.

Kejadiannya sangat cepat. Bagian-bagian yang saya ingat antara lain :

1. Begitu jatuh saya melihat beberapa security ruko di dekat TKP memberhentikan beberapa kendaraan di belakang kami

2. Beberapa security lainnya menghampiri saya dan tukang ojek kemudian mempersilahkan kami untuk ke pos security untuk istirahat menenangkan diri.

3. Saya menghubungi teman kantor yang mempunyai mobil yang rumahnya dekat kosan saya. Saya ingin minta tolong dia untuk menjemput saya di TKP kemudian mengantarkan saya dan tukang ojek ke UGD.

4. Saya menghubungi teman kos untuk menemui saya di UGD klinik dekat kos.

5. Saya menghubungi teman satu komunitas saya, menyampaikan pesan untuk membatalkan acara pertemuan hari itu karena hari itu saya mendapat kecelakaan.

6. Karena teman saya tak kunjung bisa saya hubungi, akhirnya saya dan tukang ojek diantar oleh 2 security menggunakan motor ke UGD klinik dekat kos. Sementara itu motor tukang ojek dititipkan di pos security.

7. Tiba di UGD klinik saya dan tukang ojek segera mendapatkan perawatan. Saya mengalami memar di bagian paha kanan dan betis kiri. Sedangkan luka terbuka terdapat di sikut kanan, tumit kanan dan kesepuluh jari-jari kaki.

8. Akhirnya teman kosan saya dan teman kantor yang membawa mobil tiba di klinik.

9. Setelah pengobatan, urusan administrasi dan pengambilan obat selesai, saya pun kembali ke kos di antar teman saya.

Sebelum kembali ke kosan, hari itu si bapak sempat saya beri uang 100.000 rupiah. Saya berpesan kepada bapak tukang ojek, untuk memperbaiki dulu motornya sampai selesai. Jika uang yang saya beri ternyata kurang, biaya yang dikeluarkan bisa ditagihkan ke saya dengan mendatangi kosan atau kantor saya.

Sampai di kosan, saya merenung. Ingin rasanya saya protes. Tapi rasanya tak pantas. Ingin rasanya mengeluh. Tapi saya malu, apa yang hendak saya keluhkan.

Dari kejadian Minggu pagi itu, saya bersyukur akan beberapa hal :

1. Alhamdulillah pada saat kejadian lalu lintas relatif sepi sehingga tidak ada kendaraan yang menerjang kami dari belakang.

2. Alhamdulillah ketika rok saya tersangkut di roda dan akhirnya hancur lebur, saya menggunakan celana panjang sehingga aurat saya masih terlindung. Nggak kebayang deh kalau pada saat itu saya tidak menggunakan celana panjang =__=

3. Alhamdulillah ada beberapa security yang melihat kejadian, sempat memberhentikan beberapa kendaraan yang melintas agar tidak menabrak saya dan bapak tukang ojek yang masih terkapar di tengah jalan. Maaf ya bapak-bapak security saya belum sempat mampir lagi untuk sekedar mengucapkan terima kasih.

4. Alhamdulillah teman kos dan teman kantor bisa mendampingi pada saat di UGD dan mengantar pulang ke kosan.

5. Alhamdulillah teman-teman baik berusaha membantu dengan mengirimkan obat Cina yang katanya bisa cepat mengeringkan luka terbuka.

6. Alhamdulillah kepala saya tidak terbentur aspal (pada saat itu saya tidak menggunakan helm).

Apakah kejadian ini adalah jawaban dari Allah atas doa-doa saya, dimana saya memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah saya lakukan?

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:

Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang tertusuk duri atau tertimpa bencana yang lebih besar dari itu kecuali akan tercatat baginya dengan bencana itu satu peningkatan derajat serta akan dihapuskan dari dirinya satu dosa kesalahan. (Shahih Muslim No.4664) (Sumber : di sini)

 Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:

Bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada satu kepedihan pun atau keletihan atau penyakit atau kesedihan sampai perasaan keluh-kesah yang menimpa seorang muslim kecuali akan dihapuskan dengan penderitaannya itu sebagian dari dosa kesalahannya. (Shahih Muslim No.4670) (Sumber : di sini)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kamu sekalian terlalu bersedih dan tetaplah berbuat kebaikan karena dalam setiap musibah yang menimpa seorang muslim terdapat penghapusan dosa bahkan dalam bencana kecil yang menimpanya atau karena sebuah duri yang menusuknya. (Shahih Muslim No.4671) (Sumber : di sini)

Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang tertimpa suatu penyakit dan lainnya kecuali Allah akan menghapus dengan penyakit tersebut kesalahan-kesalahannya seperti sebatang pohon yang merontokkan daunnya. (Shahih Muslim No.4663) (Sumber : di sini)

Meresapi empat hadis di atas, membuat saya tersadar bahwa Allah punya cara-Nya sendiri untuk menjawab permohonan doa-doa hamba-Nya.

Semoga saya terus diberi kesabaran untuk menghadapi cobaan yang datangnya hanya dari Allah dan tetap istiqomah menjalankan semua perintah-Nya.

Luka terbuka di kaki kanan

Luka terbuka di sikut kanan

Luka terbuka di tumit kanan

Luka terbuka di kaki kiri

2 thoughts on “Ketika Tuhan Menjawab Doa Hamba-Nya

  1. ya Allah, ka Citaaaaaaaaaaaaaaaa,
    sedih nih bacanya, smpe banjir. tapi saya tersenyum ketika membaca point-point yang bertema alhamdulillah.

    ternyata, selalu ada hikmah di balik semua kejadian.
    semoga setelah ini tetep syar’i dalam berbusana dan tidak kapok memakai rok🙂

    tetap hati-hati ya, semoga bisa menjadi pelajaran kepada para muslimah yang lainnya juga.

    semoga segera diberi kesembuhan ya ka

    • Hai Uci…
      Alhamdulillah luka2 terbuka sudah mengering, kaki juga udah bisa dipake jalan normal karena udah nggak bengkak hehehe…
      Btw, Ahad depan tgl 23 bisa datang kan ke hbh+milad? Kata Ilham, Uci dan Tia yang jadi MC-nya hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s